
Jakarta, 24 Juli 2025 – Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Awal Program Pemberdayaan Berbasis Kemitraan di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Acara yang berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2025 pukul 14.00–16.00 WIB ini digelar secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting LP3M USNI dan tatap muka RPTRA Pulau Panggang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Abdimas USNI yang dipimpin Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom, jajaran dosen dan mahasiswa, tokoh masyarakat, serta aparat pemerintahan setempat. Sosialisasi bertujuan menyamakan persepsi mengenai arah program sekaligus membuka ruang diskusi bersama masyarakat dan pelaku UMKM agar program dapat berjalan tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Dr. Rustono Farady Marta menegaskan pentingnya mengembangkan potensi lokal Pulau Panggang. “Kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Melalui program ini, kami ingin memperkuat UMKM lokal agar memiliki daya saing, berkelanjutan, dan mampu memperluas pasar,” ujarnya.
Dukungan positif datang dari pihak pemerintah daerah. Lurah Pulau Panggang, Muhammad Nuralim, S.K.M., M.AP., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif USNI. “Kami menyambut baik kolaborasi ini. Program seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar UMKM di Pulau Panggang bisa lebih terstruktur, modern, dan mampu bersaing. Pemerintah kelurahan siap mendukung sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga diperkuat oleh kontribusi Sri Rahmawati H. Siregar, S.T., M.T., yang memberikan sosialisasi mengenai pentingnya aspek higienis dan kebersihan lingkungan dalam pengembangan UMKM. “Produk UMKM harus tidak hanya menarik secara rasa dan tampilan, tetapi juga menjunjung tinggi standar kebersihan dan kesehatan. Dengan begitu, masyarakat Pulau Panggang bisa menghasilkan produk berkualitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, USNI ingin memastikan bahwa setiap program Abdimas tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat. Setelah tahap sosialisasi, tim Abdimas akan melanjutkan dengan program pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi pengembangan produk berbasis potensi lokal Pulau Panggang.