Jakarta, 30 Juni 2026 – Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M., di Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan. Audiensi ini merupakan bagian dari komitmen USNI dalam mendukung legacy 500 tahun Jakarta melalui peningkatan kualitas aparatur dan perluasan akses pendidikan tinggi.
Audiensi dipimpin oleh Rektor Universitas Satya Negara Indonesia, Dr. Sihar P.H. Sitorus, B.S.B.A., M.B.A., didampingi jajaran rektorat, yaitu Wakil Rektor I & III, Dr. Dian Alanudin, M.B.A., GRCE., serta Wakil Rektor II, Dr. Yosi Stefhani, S.E., M.M.
Turut hadir pula para dekan, yakni Hernalom Sitorus, S.Kom., M.Kom. selaku Dekan Fakultas Teknik; Dr. Drs. Dharmawan P. Hadad, M.M. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Assoc. Prof. Fahlesa Munabari, M.A., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; serta Dr. rer. nat. Budi Sulistyo selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Dalam kesempatan tersebut, USNI memaparkan sejumlah program strategis yang dirancang untuk mendukung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kompetensi aparatur serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Salah satu program yang ditawarkan adalah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta dengan daya tampung hingga 1.000 mahasiswa. Program ini memberikan kesempatan bagi aparatur yang telah memiliki pengalaman kerja untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sehingga proses penyelesaian studi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, USNI juga menawarkan program kuliah reguler bagi penerima Beasiswa Afirmasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan daya tampung hingga 500 mahasiswa. Program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi sekaligus mendukung pengembangan talenta unggul yang dibutuhkan dalam pembangunan Jakarta.
Sebagai bentuk dukungan yang lebih luas, USNI turut mengusulkan pemberian keringanan biaya kuliah hingga 50 persen bagi putra-putri aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Program tersebut dapat dimanfaatkan dengan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.
Melalui audiensi ini, USNI menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan solusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Berbagai program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kapasitas aparatur, serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Jakarta.
Kolaborasi antara USNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya visi legacy 500 tahun Jakarta, dengan membangun ekosistem pendidikan yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.